Total Tayangan Laman

Lorem Ipsum

Tarakan Menjerit

>> Senin, 29 Maret 2010

Kisah Pengamen Jalanan

Aku hidup di dunia ini bukanlah sebatang kara tapi aku hidup bersama dengan semua keluargaku tapi itu hanyalah sebuah kisah masa laluku, kini aku hidup sebatang kara tiada keluarga dan sanak family, mereka pergi akibat dari sebuah kecelakaan transportasi,memang semua itu bukanlah yang aku harapkan tetapi tuhan mempunyai kehendak lain yang setiap orang tidak mengetahuinya, kini aku hidup sebatang kara tinggal di sebuah gubuk tua dan di temani seekor kucing, dialah yang menemaniku saat ini, dialah teman ku bercerita, dialah teman dan sekaligus keluargaku, hari-hari ku "ku habiskan dengan mengamen untuk menyambung hidup dan mencari sesuap nasi", aku mengamen mulai dari pagi hingga malam hari ku susuri setiap bus kota dan metro mini yang ada di setiap terminal,setiap hari aku juga bergelut dengan petugas trantib yang terus mengejar-ngejar dan memburu kami para pengamen jalanan. terkadang juga terpikirkan dalam benakku mengapa kami selalu di buru dan di kejar-kejar seperti anak Burung, mengapa mereka tidak mengejar orang-orang yang duduk di kursi empuk di atas sana "oh Tuhan apakah ini sebuah Keadilan yang harus Kami terima".

Read more...

  © Blogger template Webnolia by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP